Friday, November 13, 2009

Basah

Tadi dari rumah udah mandi. Mandi aja, nggak tau bersih atau nggak. Hahaha. Maklum, di Ende sumber air (emang udah deket) tapi kadang jarang ngalir. Beberapa kali pernah mesen air tanki (swasta) yang biasanya se-tanki dibayar 80rb. Pernah juga udah mesen air nggak taunya PAM ngalir.

T : Mameeee air ngalir! Gimana nih?
Mame : Ti usah panik... bilang sa to air su ngalir.
T : Tapi nanti kalo kita pesan lagi mereka ti mau.
Mame : Mau... tenang sa...

Iya, T panik. Untungnya tuh supir tanki ngerti and bilang, "tidak apa-apa."
Dari pada duit melayang 80rb untuk sesuatu yang disebut rancu, mending tebal muka aja hahaha. Betul-betul sumber air jauh-dekat sama saaa.

Tadi dari rumah udah mandi. Mandi aja, nggak tau bersih atau nggak. Hahaha. Maklum, Ende panas banget! Dan sekarang kaos T udah basah. Sedalam-dalamnya juga. Untung pake celana jins tebel. Kalo enggak, mungkin ada Segitiga(bermuda) yang tercetak jelas. Cuaca Ende udah kayak di Timur Tengah aja (emang Timur Tengah tuh panas amit ya? Hahaha kayak udah pernah ke sana aja). Dari tadi kulit T nggak lepas dari keringat... basah, basah dan basah!
Jadi pengen mandi lagi. Mandi aja, nggak tau bersih atau nggak :p

Bagaimana dengan temans? Basah juga kah?

;))

Psssttt tau nggak sih kalo hari ini Friday the 13th?

Wassalam.

Wednesday, November 11, 2009

New Project

Wednesday, November 11, 2009

Entahlah. Ratusan kali mencoba tapi hasilnya pasti stopped in the middle of the process. Betul kalo banyak yang bilang, "kau tidak bakat jadi Penulis!"
Aaaaaaaaaa! T berbakat menulis kok! Nulis blog maksutnya hehehe. Nulis buku sih... jaooooooh. Nggak sanggup. Yang ini T sebut New Project. New project YANG KE-SEKIAN. Hahaha. Banyak amat new project-nya sampe nggak bisa ngitung! Entahlah. Mungkin new project yang satu ini juga hasilnya stopped in the middle of the process (meski dalam hati berharap hasilnya; new book from Tuteh Pharmantara, terbitan -nama Penerbit di Indonesia- haha).
Tadi malam makan malam besar keluarga Jorbyn. Semua anggota keluarga berkumpul. Kecuali Bapak. Tentu saja! Rupanya kemarin, setelah kakiku menginjak tanah Ende, nggak ada waktu yang bisa gue susupin buat pergi ke makam Bapak. Makanya pagi ini gue diantar Bang Edon pergi ke Jalan Perwira, makam Bapak.
Makan malamnya sih biasa-biasa saja. Kemeriahannya yang nggak biasa. Obrolan kami nggak ada jedanya sama sekali. Mulai dari urusan oleh-oleh lingerie gue buat Perempuan di keluarga kami (kecuali Mama), masalah Politik Cicak vs Buaya (ngeri gue ngomonginnya), rencana ke makam Bapak bareng Bang Edon, perkembangan Tita dan Pepin, sampai ke rencana jalan-jalan ke luar kota di hari Minggu. Pastinya mereka nodong gue buat cerita soal pekerjaan, teman-teman, dan lain-lain. Nggak semua bisa gue ceritain (karena ada yang pernah gue ceritain lewat blog, status Facebook dan Plurk, email, telepon atua sms). Mana cukup 5 tahun diurai dalam beberapa jam obrolan? Jadi gue cuma cerita yang penting-penting aja.

Nggak mungkin gue cerita tentang seseorang yang nggak berani ambil resiko ber-poligami. Padahal gue siap jadi Istri kedua tanpa nafkah lahir.

Yaaa... 5 tahun gue di jakarta. Tiap hari berharap dia memberi kabar, "Dek, merit yuk? Be my second wife..." yang pasti sia-sia. Karena dia nggak berani bilang begitu, meski untuk menelepon (bahkan bertemu) pasti dilakoni.

Jadi 5 tahun ini gue jalani mimpi. Kalo jaman dulu istilahnya; melangkah di atas awan (kayak judul sinetron ya). Setengah mati gue harap dia kawinin gue, setengah mati dia tutup hubungan kami dari Istrinya. Setengah mati gue tutup urusan gue ke Jakarta dari keluarga dan ngasih alasan dapat kerja (thanks God akhirnya emang gue kerja di Grebooks) di Jakarta, setengah mati dia harap gue nggak pulang Ende. Setengah mati gue cinta dia, setengah mati dia sayang gue. Ya... semuanya setengah mati. Hasilnya setengah-setengah.

Krecepooos... mo lanjutin ceritanya tapi nggak sanggup. Mati ide, mati gaya. Hwakakaka. Oia, met Hari Pahlawan; 10 November 2009. Kata Indra, "Hari Pahlawan kali ini kok berasa sepi ya, Ncim?"

Sore ini nggak nonton Medina Kamil dah.


Wassalam.

Saturday, November 07, 2009

Confused For A Moment

Untuk pertama kalinya T bingung mo nulis apa.

Pertama udah pilih mo nulis soal perubahan warna Danau Kelimutu dan mitos yang berkembang di masyarakat tentang bencana/prahara yang menimpa, yang jadi ujung dari fenomena perubahan warna tersebut. Tapi nggak jadi karena tiba-tiba pengen nulis soal 12-12-1992. Soal gempa. Gara-gara ingat seseorang pernah ngomong, "katanya ntar malam gempa lho, Ncim!"
T lupa sapa yang ngomong. Mame, Indra or Intan? Lupaaaaaa.

Udah nulis setengah halaman dengan topik 12-12-1992 dan dapat banyak link buat kelengkapannya. Eh... malah nggak mau lanjutin. Inget besok ada gawe-besar umat Katolik yaitu Komuni Suci Pertama untuk Paroki Katedral, Ende.

T mulai nulis soal Komuni Suci Pertama yang di Ende dikenal dengan nama SAMBUT BARU itu. Nih quota tulisan yang nggak diterusin tadi :

T sering menulis tentang Komuni Suci Pertama.
Banyak yang nanya, "kenapa? Kan kau Muslim?"
T jawab, "iya saya Muslim... Muslim yang menjalankan HablumMinannas saja. Salah?"
Karena dalam Al-Quran tidak ditulis Hubungan Manusia Sesama Islam melainkan Hubungan Manusia dengan Manusia yaitu HablumMinannas.

Gileeeee pintar banget kesannya T nulis gini yak? Hihihihi^^;
Jangan percayaaaa aslinya yang nulis ini dongo sekaliber ber ber hahahae.

Otak T lagi nggak mo diajak kompromi mikirin satu hal saja nih rupanya. Ya sudahlah. Pasrah :D hehehehe. Mo nyiapin amplop/angpao buat anak-anak yang Sambut Baru secara di rumah undangannya udah ada 7.

Hmmmm... besok nggak bisa ke pantai donk....

Met wiken, all.

Wassalam.

Wednesday, November 04, 2009

Boogie Woogie

Saya pikir dunia per-televisi-an bisa lebih bijak terhadap acara2nya.
Ternyata tidak.

Selama ini kita menonton sinetron yang jauh kualitasnya untuk membangun/mendidik bangsa. Paling tidak yang menontonnya. Kita kemudian disuguhi acara-acara ber-genre Drama Reallity yang sahut-sahutan antara stasiun-stasiun tv swasta Indonesia. Semuanya jauh dari kata mendidik.

Mana acara cerdas cermat?
Mana acara pendidikan?
Maklum lha ya, Indonesia lebih gencar kalo soal fisik. Putri Indonesia lah, Pemilihan ini-itu lah. Sekali aja saya pernah nonton acara yang menyuguhkan para pelajar berprestasi yang mengharumkan nama bangsa di luar negeri.

Katanya mau cerdaskan bangsa... tapi kok orang-orang nggak protes sama acara-acara televisi yang sedemikian itu?

Terus... beberapa minggu belakangan saya menonton sebuah tontonan baru di GLOBALTV namanya BOOGIE WOOGIE. Dibawakan oleh host idola saya; KEMAL (suka banget sama laporan perjalanannya ke luar negeri) dan Saykoji (Igor). Saya pikir BW itu emang acaranya anak-anak. Ternyata saya SALAH BESAR!

Yang request lagu; ANAK-ANAK.
Yang nonton di studio; ANAK-ANAK.
Tapi yang disuguhkan adalah REMAJA/DEWASA.
Permainan anak-anaknya segitu doank. Padahal saya pikir seluruh acara itu fun-nya anak-anak kayak dulu sebuah acara games fun di tvri.

Di Boogie Woogie, lagu cinta didendangkan di hadapan anak-anak TANPA BEBAN!
Mbok ya yang didatangkan itu artis anak-anak, membawakan lagu anak-anak atau lagu2 bertema alam gitu... kenapa harus lagu2 bertema cinta?
Su*k!

Padahal menurut saya 40-an% pendidikan anak-anak itu dari televisi.

Coba pikir... kita masih punya Ria Enes ma Susan-nya kan? Ada juga boneka si Rina (sinden) itu. Masih punya penyanyi-penyanyi cilik yang justru didapatkan dari ajang-ajang lomba menyanyi di televisi (contoh : rcti lewat idola cilik atau indosiar lewat afi junior). Lantas, mereka di kemanakan? Ada yang main sinetron dewasa :D hahahaha... orang Ende bilang : ancor eeeee...

Ada satu kutipan yang saya dapat waktu menulis ini. Didapat dari sini (iseng nyari di google) : http://trijayafmplg.wordpress.com/2009/06/30/kemana-penyanyi-cilik-indonesia/

Isinya :
Dunia artis cilik Indonesia menjadi kosong, mungkin ini ungkapan yang tepat untuk saat ini. Joshua, Enno Lerian, Trio Kwek Kwek , Sherina dan lainnya mulai beranjak dewasa, anak anak kita menjadi kehilangan idolanya. Belum lagi lagu lagu band bertema cinta ramai bersliweran membuat anak anak lebih mudah mengingat dan menghapal syair syair lagu dewasa.

Zona Indo edisi Jum’at 24 Juli 2009, mengundang opini pendengar seputar krisis penyanyi cilik di negara kita, jawabnya pun beragam. Mulai dari Industri penyanyi cilik yang dinilai kurang menjual, sampai anggapan kekurang pedulian para penulis lagu, untuk membuat syair anak anak.

“anak anak tidak lagi bernyanyi lagu satu ditambah satu, melainkan jatuh cinta atau patah hati” ujar salah satu pendengar yang dihubungi melalui telp.

Belakangan, kontes cari bakat anak anak, juga sempat menjaring beberapa nama, seperti Debo dan kawan kawan, namun tetap lagu yang mereka bawakan juga bertema cinta, dan remaja. Belum lagi, kemunculan 3 putra musisi Ahmad Dani, dengan lagu Bukan Superman.

Apakah sudah tidak ada lagi pencipta lagu anak-anak seperti Papa T Bob dkk? atau sudah tidak ada lagi penyanyi-penyanyi cilik yang berkualitas? sepertinya jawabannya bukan itu. musik sekarang sudah menjadi industri, profitabilitas lah yang menjadi sasaran. label-label major lebih memilih memfasilitasi karya-karya yang sesuai dengan permintaan pasar. sama halnya dengan stasiun televisi yang menayangkan AFI Junior dan Idola Cilik, acara yang tadinya dipandang bermanfaat untuk mencari dan memandu bakat menyanyi bagi anak-anak malah ‘memaksa’
anak-anak untuk menjadi dewasa karena mereka lebih banyak menyanyikan lagu-lagu orang dewasa yang isinya cinta.

Semoga, ini tidak berdampak banyak pada perkembangan anak anak Indonesia, apabila musik juga memiliki peranan dalam pembentukan pribadi anak.

“semoga musik Indonesia juga memberikan sedikit spacenya untuk putra putri kita” isi sms dari seorang pendengar (dinnaherly)

Itulah mengapa setiap siang saya selalu menyempatkan diri di depan televisi untuk menonton Bolang, Laptop si Unyil dll-nya hingga sore menjelang... sangat mendidik... sangat 'DUNIA ANAK-ANAK'.

Menurut kalian?

(mungkin tulisan ini akan saya ulas lagi... :p)

Tulisan ini juga dimuat di My Facebook & Forum Flobamora.

Wassalam.

Saturday, October 31, 2009

Blogwalking

Gambar diambil dari sini.

Hi temans...
Mumpung wiken, T pengen blogwalking sebanyak-banyaknya! Sekalian tukeran link hehehe. Buat yang belum di-link, jangan ragu kasih tau T yaaaa hehehehe... apa'an coba :D

Hmmm... tau nggak? Blogwalking become one of my favorite activity while online. Seriously reading friend's posts and give best comment according to my ability is another favorite activities.

Dan maafkan kalau komentar-komentar T :
1. Terlalu serius.
2. Terlalu mengada-ada.
3. Terlalu banyak :D dan hehehe.
4. Nggak mutu.
5. Ngabis2in space!
:D

Happy Weekend, temans!
Happy blogwalking!

Wassalam.